Google Talk

Rabu, 07 April 2010

Diposting oleh PAM_BLOGGERTEGUH


PERANG SUMEDANG




Pemain:
• Dimas Ragil : Kapten Dias Fiqolkis : Istri Dokter
• Adma Teguh : Puguh Taufan Zuhri : Dokter
• Indra Pratama : Tama Tri Indra : Suster II
• Arika Dwi : Suster I Rizki Rahmawati : Ningsih



Tanggal 28 Agustus 1946, terjadi peperangan di daerah Sumedang, antara pejuang Indonesia dengan Penjajah. Disini para pejuang Indonesia bertempur melawan pejajah.

Dias : “Serbuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!........”
Tama, Puguh : “ayo majuuuuuuu……..”
(Terjadi peperangan sengit di medan tempur)
Dias : “Awas Tama!!!!!!!”
Tama : “Agggghhhhh,,,,,”
Dias : (mendekat, menolong Tama)
“Puguh, Cover me…..”
Puguh : “Siap kapten!..” (menembak)
Puguh : “Wadaw….”(jatuh)
Dias : “Ayo kita mundur…” (membopong Puguh dan Tama)
Tama : “Kapten, selmatkan Puguh dahulu,biar aku berlindung disini, dia dalam kondisi parah”.
Dias : “Baiklah jaga dirimu baik-baik, aku akn segara kembali”.
Tama : “Siap kapten!”.

Adegan II (di Rumah Sakit)
Dias : “Suster, Dokter…tolong …, temanku terluka parah,, cepat Suster..”
Suster I : “Suster, ayo cepat kita Bantu, kelihatannya dia parah..”
Suster II : “Baik, ayo cepat kita bantu…”
Suster I : “Sus, tolong panggilkan Dokter, aku akan menangani lukanya,”
Suste II : “Baiklah,,”
Dokter : (dating, langkah cepat)
“Kenapa ini?”(memeriksa)
“Wah lukanya cukup serius, kita harus sagera keluarkan pelurunya, siapkan peralatan operasi”.
Suster I : “Baik Dok”
Dias : “Dokter, tolong rawatlah temanku ini, aku harus menyelamatkan 1 orang temanku lagi yang terluka”
Dokter : “OK, cepatlah..sebelum kau terlambat, bawa dia kesini,aku akan berusaha menyelamatkannya”.
Dias : “Baik Dok, aku berangkat dulu” (beranjak pergi)

Adegan III (di tempat Tama)
Tama : “Aduh darahku mengalir deras, sepertinya aku sudah tidak kuat lagi menunggu kapten, aku harus minta bantuan. Toloooooooooooong…”.
Arumy : “Hah,, kenapa dia, sepertinya dia terluka,,”
Tama : (pingsan)
Arumy : “Aku harus mencari bantuan untuk menolongnya”.
(menolong Tama)
Dias : “Hah, kenapa Tama?”
Arumy : “Dia pingsan, mungkin kehabisan darah,,”
Dias : “Terimakasih telah menolongnya, aku akan membawa dia ke rumah sakit,”
Arumy : “Bergegaslah sebelum terlambat”.
Dias : (mengangguk)

Adegan IV
Dias : “Dokter, ini temanku, dia kehabisan darah, tol0ong dokter”
Dokter : “Baringkan dia disini, aku akan memeriksanya, sekarang kau tunggu di luar”
Dias : “baik dok,” (menuju keluar)
Dokter : (keluar dari rung operasi) “Temanmu terluka cukup serius, mungkin dia akan pingsan beberapa hari”
Dias : “Ohh,, aku harus melapor ke markas, Dokter, tolong rawat mereka disini, aku harus memberi kabar ke markas”
Dokter : “Tentu, itu adalah tugasku, sekarang cepatlah kau berangkat”.

(3 hari kemudian)
Puguh : “aghh,, oh, suster, apakah aku masih hidup?”
Suster : “Iya, kaptenmu yang telah menyelamatka kamu dan temanmu”
Puguh : ”Benarkah, sekarang kemana Kapten?”
Suster : “Dia kembali ke Markas, dia harus melapor tentang keasaan pasukan disini”
Puguh : “Ohh, aku telah berhutang budi pada Kapten. Sudah berapa lama aku pingsan suster?”
Suster : “Kau sudah 3 hari ini pingsan”
Puguh : “Ugh,,” (berdiri) “Badanku terasa kaku sekali”
Suster : “Kau harus diam dulu, kau belum pulih”
Puguh : “Tidak, aku sudah tidak betah disini, maukah menemaniku sus?”
Suster : “Baiklah, tapi kita hanya jalan-jalan di taman”
Puguh&Suster : (berdiri, pergi)
Puguh : “ Suster, sungguh mulia hatimu, kau telah menemani & merawatku selama aku pingsan, terimakasih banyak suster”
Suster : “Ah, jangan pikirkan itu, siapapun akan melakukan hal yang sama denganku”
Puguh : “Kau adalah malaikatku di dunia ini suster..”
Suster : “Jangan berlebijhan seperti itu, ini merupakan tugasku, dan aku harus melaksanakan dengan baik”.
Puguh : “oh, sungguh bijak kata-katamu sus, ternyata hatimu memang secantik wajahmu, engkau bagai rembulan yang senantiasa menemani sang malam suster”
Suster : “Ah, jangan membuat aku tersipu seperti itu”

Mereka melanjutkan pembicaraan mereka sambil terus menelusuri lorong rumah sakit, dan disaat bersamaan, mereka melihat seorang gadis bersimpuh kaki dengan pandangan kosong.
Puguh : “Suster, kenapa orang ini, kenapa dia terus memperhatikan kita?”
Sister : “Oh dia,, dia bernama ningsih, sudah 3 tahun dia dirawat disini”
Puguh : “Apa yang menyebabkan dia seperti ini?, seperti tidak mempunyai semangat hidup lagi”.
Suster : “Ningsih, gadis yang malang. 3 tahun yang lalu, dia mengalami ujian berat dalam hidupnya, suaminya yang merupakan seorang prajurit perang tewas dalam peperangan, Ningsih yang masih muda tidak sanggup menerima kenyataan sehingga dia mengalami depresi hebat dan dinyatakan menderita gangguan jiwa, tidak jarang dia marah tanpa sebab”.
Puguh : “Sungguh kaasihan dia”
(melanjutkan perjalanan, memandang Ningsih)
Suster : “Oh, kita sudah sampai di taman, sebaiknya kamu istirahat dulu, kau tidak boleh terlalu capek,”
Puguh : “ Baik suster, kau duduklah disampingku”
“Suster, semenjak aku sadar, aku sudah merasa ada getaran dahsyat di hatiku, mungkin itu suatu pertanda, bahwa aku telah jatuh cinta padamu,, Suster, maukah kau menjadi pendamping hidupku?”
Suster : (terpaku)

Tanpa disadari, ternyata Ningsih mengikuti mereka berdua. NIngsih membawa sebilah belati.
Suster : “Awas,,,,,!!!!!!!!!!!”
Puguh : “Agh,,,”(tersayat di bagian lengan atas) “Apa yanag kamu lakukan?”
Ningsih : “Kau, kau prajurit yang telah membunuhku”
Puguh : “Apa yang kau katakana, bukan aku yang membunuh suamimu, kau salah orang”.
Ningsih : “Tidak, kau memang pembunuh suamiku, kau harus mati!!!!”
Suster : “Awas Puguh……” (melindungi Puguh) “Aggghhhhhh…….”

Susterpun terkena tusukan belati si Ningsih, darah mengucur deras dari tubuhnya.
Puguh : “Suster….”(menangkap tubuh suster) “Hai apa yang telah kau lakukan?, kenapa kau bunuh suster?”



Ningsih : “Hahahahahhahahhahahahahahahaha…hahahha.hahah…, mati kau,, hahahah…”
Puguh : “Suster… Dokter….. tolong…, suster terluka.. “
Dokter&Suster: (berlari menuju suara) “Ada apa ini,,, hah kenapa dia?”
Puguh : “Ningsih mencoba membunuhku, tetapi suster menyelamatkan aku,, cepat dokter, selamatkan suster..”
Dokter : “Sus, cepat tangkap Ningsih, aku akan coba menyelamatkan suster”
Suster : “Baik dok,”

Sementara suster menangkap ningsih, dokter memeriksa suster yang terluka, hingga akhirnya,..
Dokter : “Ah,, maafkan aku, sepertinya dia sudah tidak bias diselamatkan lagi,”
Puguh : “Oh tidak,, Suster, kenapa secepat ini kau meninggalkan aku,,,”
Dokter : “Sabarlah, mungkin ini akn ada hikmahnya, sekarang ayolah kita urus jenazahnya”
Puguh : (menangis) “Baiklah dokter”

Adegan V (Di jalan Desa-2 hari kemudian)
Tama : (Tidak sengaja bertemu Arumy saat dia mencari seseorang yang telah menolongnya)
Arumy : (Terkejut ketika melihat Tama)
Tama : “Maaf, boleh numpang tanya?”
Arumy : (Tertegun sejenak “Oh, boleh…boleh….tanya apa?
Tama : “Apakah Anda tahu seorang gadis yang katanya anak dari bangsawan di desa ini?”
Arumy : “Kalau boleh tahu, kenapa Anda mencarinya?”
Tama : “Emm…Dari cerita perawat yang ada di rumah sakit, dia yang telah menolong saya beberapa hari yang lalu saat terluka dalam keadaan pingsan. Dan saya mencarinya untuk berterima kasih padanya.”
Arumy : “Saya akan membantu Anda untuk mencarinya. Mari saya antar!”
Tama : “Terima kasih…”
Arumy : “Ya..sama-sama.”
(Tama dan Arumy pergi menuju rumah seseorang yang telah menolong Tama)

Adegan VI (Di rumah Arumy)
Arumy : “Inilah rumah gadis itu.” (mengetuk pintu)
“Assalamu’alaikum…”
Istri dokter : “Wa’alaikumsalam…”(Membuka pintu, terkejut saat melihat Arumy bersama oaring laki-laki). “Arumy…? Siapa dia?”
Tama : “Saya seorang prajurit yang mencari seorang gadis yang telah menolong saya beberapa hari yang lalu. Dan kata teman saya ini gadis itu tinggal disini. Apa benar begitu?”
(Istri dokter dan arumy saling bertatap muka)
Arumy : (Memberi tanda agar tidak memberi tahu Tama)
Istri dokter : “Oh…kalau begitu, silakan masuk dulu…!”
Tama : “Baik…terima kasih.”
Istri dokter : “Pa, sini sebentar ada tamu!”
Dokter : “Iya….” (saat tiba di ruiang tamu). “Lho…Tama? Kamu sudah sembuh?”

Tama : “Dokter? Iya saya sudah sembuh. Ini rumah dokter?”
Dokter : “Iya, ada apa kamu kesini?”
Tama : “Saya mencari gadis yang menolong saya. ? Katanya dia anak seorang yang tinggal di rumah ini. Apakah dokter tahu?”
Dokter : “Anak saya hanya 1, ya Arumy itu…”(sambil menunjuk Arumy)
Arumy : (Tertunduk malu)
Tama : (Terkejut dan tidak menyangka) “Apa? Arumy? Arumy benarkah itu?”
Arumy : “Iya.” (dengan nada gemetar)
Tama : “Apakah kamu yang menolong aku?”
Arumy : “Iya.” (dengan mengangguk)
Tama : (Merasa senang karena telah menemukan gadis yang telah menolongnya)
“Terima kasih telah menolong saya.”
Arumy : “Iya sama-sama. Itu sudah menjadi kewajiban, bukankah kita sebagai manusia harus saling tolong menolong?!”
Istri dokter : “Pa, bukannya kita mau pergi kerumah sakit sekarang?”
Dokter : “ O Iya. Maaf kalian kami tinggal dulu ya…?”
Tama : “Iya Dok…”
“Emm…Arumy, kalau mereka pergi, terus di rumah ini ada siapa lagi selain kita?”
Arumy : “Tidak ada.”
Tama : “Tidak ada ya? (berpikir sejenak)
“Bagaimana kalau kita pergi ke taman saja? Tidak enak kalau ngobrol berdua di dalam rumah.”
Arumy : “Emmm….baiklah”
(Tama dan arumy pergi ke taman).
Adegan VII (Di rumah sakit)
Dias : (Tiba-tiba datang mencari Tama dan Puguh, dan bertemu dokter)
“Dokter, bagaimana keadaan Tama? Dia sudah sembuh bukan?”
Dokter : “Iya mereka sudah sembuh.”
Dias : “Dimana mereka sekarang dokter?”
Dokter : “Iya, memang benar dia sudah sembuh. Tapi lihatlah sendiri di kamarnya.”
(Mereka pergi ke kamar Puguh)
Dias : “Kenapa Puguh jadi begini Dok?”
Dokter : “Dia begitu karena…….” (dokter merasa ragu untuk cerita)
Istri dokter : “Dia begitu karena kejadian 10 hari yang lalu, seorang suster yang disukanya meninggal karena melindunginya dari seorang psikopat yang mau membunuhnya.”
Puguh : “Benar begitu Dok?”
Dokter : “Iya benar.” (menghapmpiri Puguh)
“Puguh, coba lihat siapa yang dating!” (menunjuk Dias)
Puguh : (Melihat Dias) “Kapten????”
Dias : “Iya Puguh…”
Puguh : (Langsung memberi salam hormat pada Dias)
Dias : (Membalas salam hormat Puguh)
Puguh : “Ada apa Kapten kesini?”
Dias : “Saya mau menjemput kamu untuk kembali ke medan perang karena musuh kembali menyerang dan tenaga pertahanan kita kurang.”
Puguh : “Saya siap kembali ke medan perang kapten.”
Dias : “Baiklah kita tidak boleh membuang waktu, kita harus segera berangkat. Tapi sebelum itu kita harus mencari Tama. Tapi dimana dia sekarang?”
Istri dokter : “Saya tahu dimana Tama sekarang, dia ada di taman bersama Arumy, tadi saya tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Mari saya antar!”
(Dias, Puguh, Dokter, Istri dokter, dan suster pergi ke taman mencari Tama)
Adegan VIII (Di Taman)
Dias, Puguh, Dokter, Istri dokter, dan suster tiba di taman dan mereka mulai mengarahkan pandangan ke segala sudut taman untuk menemukan Tama dan Arumy.
Istri dokter : (Melihat Tama dan Arumy) Itu mereka…. (Sambil menunjuk ke arah Tama dan Arumy)
Dias : “Tama….” (menghampiri Tama)
Tama : “Kapten….” (Memberi salam hormat kepada kapten)
Dias : “Tama, saya kesini membawa kabar buruk dari medan perang.”
Tama : “Kenapa kapten? Apa yang terjadi di Medan perang?”
Dias : “Musuh menyerang lagi dan kita kekurangan tenaga sehingga keadaan pertahanan kita lemah. Dapatkah kamu dan Puguh ikut saya ke medan perang? Karena hanya kalian yang bisa diandalkan.”
Tama : “Demi rasa patriotisme, saya mau kembali ke medan perang.”
Dias : “Bagus kalau begitu. Dan kamu Puguh, apakah kamu siap kembali ke medan perang dengan kondisimu yang seperti ini?”
Puguh : “Siap Kapten, bagaimanapun keadaan saya, demi jiwa nasionalisme, saya siap ke medan perang untuk bertempur.”
Dias : “Bagus kalian memang pasukan yang selalu memiliki semangat tinggi. Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang sebelum terlambat!”
Tama dan Puguh : “Siap!!!” (dengan tegas)
Dias : “Dok, kita pamit dulu, kita harus membantu pasukan tentara kita sebelum terlambat.”
Dokter : “Baiklah, pergilah kalian, semoga dengan semangat yang kalian punya, kalian dapat memenangkan pertempuran itu.”
Dias : “Iya, terima kasih dokter!”
Tama : “Arumy, terima kasih atas semua kebaikanmu, saya tidak akan melupakan semua itu, sekarang saya harus pergi membela Negara ini.”
Arumy : “Iya Tama, pergilah dan berilah kemenangan untuk Negara ini!”
Tama : “Iya, aku pasti akan memenangkannnya, selamat tinggal Arumy….”
(Meninggalkan Arumy, bergabung bersama Dias dan Puguh)
Dias : “Baiklah, kami harus pergi sekarang, terima kasih dan selamat tinggal….”
(Dokter, istri dokter, dan Arumy) : Selamat tinggal, semoga sukses!!!”
(Dias, Tama, dan Puguh : (Berbalik arah dan melangkah pergi)
Arumy : “Tunggu Tama!”
(Langkah Dias, Puguh, dan Tama terhenti dan kembali membalikkan badan)
Arumy : (Menghampiri Tama dan memberikan sehelai selendang kepada Tama)
“Ini selendang dari aku, ambillah sebagai semangatmu.”
Tama : “Terima kasih Arumy, aku tidak akan melupakanmu.”
Arumy : “Sudah, pergilah…”
(Dias, Tama dan Puguh pun pergi dengan langkah tegap dan semangat yang berkobar-kobar)

Berangkatlah Tama, Puguh, dan kapten Dias. Mereka menuju medan tempur dengan penuh rasa nasionalisme. Jayalah Indonesia… Maju terus Pantang Mundur





Komentar :

ada 1
PAM_BLOGGERTEGUH mengatakan...
pada hari 

wah,,, blom ada pengunjung ya

Posting Komentar

tinGGaLin coMMent yaAAA

slide koncoku

apakah blog saya membantu dan menarik?

not Indonesian? translate here

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Mengenai Saya

Foto saya
calon mahasiswa di perguruan tinggi mesir moga aj, *anak yang baek *jarang marah,,,cuman ngambek *slalu ceria walau kadang hati gundah *tertutup *teraniaya *teramat sangat cuakep *pokoke,,, ngini iki ws
Menduwur Lagi..(atas)